rss

Rabu, 22 Desember 2010

Ada Peningkatan Aktivitas Otak Selama Berdoa


Oleh: Suhendar FL
Dr. Andrew Newberg mengadakan pemeriksaan elektronis otak orang selama berdoa. Hasilnya, otak lebih aktiv saat berdoa atau bermeditasi

Bagaimana kondisi apa ketika Anda sedang berdoa? peneliti Dr Andrew Newberg melakukan penelitian untuk melihat hubungan otak manusia saat berdoa atau bermeditasi. Hasilnya, aktivitas otak cenderung meningkat di
kala seseorang sedang berdoa.

Newberg yang merupakan ahli bidang neurotheology ini mencoba untuk mempelajari hubungan antara otak dan agama. Ia mengatakan, ada hubungan antara otak dengan agama seseorang.

"Terjadi peningkatan aktivitas di lobus frontal pada seorang meditator," kata Newberg, seperti dikutip dari Dailymail.

Sebagai bagian dari penelitiannya, Newberg mempelajari aktivitas otak umat Buddha Tibet sebelum dan selama meditasi.
Bagian lobus frontal pada otka ternyata lebih aktif pada saat bermeditasi ketimbang sebelum bermeditasi.

Namun penelitian Nerberg bukanlah studi pertama yang mengungkapkan keterkaitan aktivitas otak dengan meditasi. Bulan lalu, sebuah studi dari University of Oregon menemukan meditasi dapat memperkuat otak seseorang. 

Pada orang yang bermeditasi, terjadi 'perubahan struktural' dalam serat yang menghubungkan cingulate anterior atau bagian otak yang membantu mengatur emosi dan perilaku. 

“Kami menilai apa yang terjadi di otak orang saat mereka praktek spiritual seperti meditasi atau doa.

Ini benar-benar sudah memberi kami jendela luar biasa ke dalam apa yang diperuntukkan bagi orang untuk menjadi religius atau untuk melakukan praktek seperti ini,” ujarnya.

Sebelum ini, disertasi Dr. Mohammad Sholeh berjudul “Pengaruh Shalat Tahajjud Terhadap Peningkatan Perubahan Respon Ketahanan Tubuh Imunologik” menunjukkan temuan shalat tahajud melahirkan ketenangan yang terbukti mampu meningkatkan ketahanan tubuh imunologik, mengurangi resiko terkena penyakit jantung dan meningkatkan usia harapan hidup.

Menurut Sholeh, secara medis sholat tahajjud dapat menumbuhkan respons ketahanan tubuh (imonologi) khususnya pada imonoglobin M, G, A dan limfosit, yang berupa persepsi dan motivasi positif, serta dapat mengefektifkan kemampuan individu untuk menanggulangi masalah yang dihadapi (coping). Hanya saja, tahajjud yang dimaksudkan adalah shalat tahajjud yang benar-benar  khusuk dengan gerakan tepat dan dilakukan dengan keikhlasan

0 komentar:


Posting Komentar

Entri Populer

Follow Ok...

Total Tayangan Laman